Memancing

Memancing secara luas adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga luar ruang (outdoor) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan

Daftar Rekor Memancing Air Laut

Rekor Nusantara FORMASI / Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia

Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia

FORMASI (singkatan dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia) adalah sebuah organisasi nirlaba yang mewadahi semua pemancing di Indonesia.

Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)

Rekor dunia yang diakui oleh IGFA milik Masullo Jorge de Aguiar Brasil memancing Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) seberat 32,4 kg.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Tackle. Show all posts
Showing posts with label Tackle. Show all posts

Monday, October 8, 2012

Hooks


Hook/mata kail sudah dikenal orang sejak jaman dahulu, hal ini dapat dilihat bahwa pada jaman dahulu hook selalu dibawa orang yang melakukan perjalanan dan digunakan sebagai alat untuk mendapatkan ikan. Dahulu hook dibuat orang dengan menggunakan kayu, tulang belulang, gigi ikan paus dsb, kemudian dari bahan tersebut dibentuk dan diikat menggunakan tali sehingga menyerupai bentuk hook. Dari penjelasan diatas maka hook dapat didefinisikan sebagai salah satu alat yang terpenting dalam memancing ikan dan berfungsi untuk mengait ikan yang akan dipancing.
Bagian-bagian hook
Berikut adalah penjelasan dari tiap bagian hook :
a. Tip
Tip pada hook harus benar-benar tajam, supaya bisa hook up (ikan terkait mata kail) dengan sempurna.
b. Barb
Barb berfungsi agar hasil pancingan tidak mudah terlepas setelah hook up, tapi di beberapa tempat pemancingan melarang penggunaan hook yang memilki barb yang terlalu panjang, karena barb yang panjang dapat menyebabkan luka parah pada ikan yang terpancing.
c. Point
point terbentuk dengan cara stamping, cutting, grinding atau gabungan dari ketiga proses tersebut. Point merupakan bagian yang terpenting dari hook dan sangat berpengaruh pada saat hook up. Hook point dibedakan menjadi :
Hollow point, misalnya : Chinu, Marusode
Curved in point, misalnya : Tuna circle
Dublin point, misalnya : O’Shaughnessy, Round bent sea
Knife edge point, misalnya : Tuna hook, Beak hook
d. Gap
Lebar dan sempitnya gap dipengaruhi oleh bentuk bend serta ukuran hook. Umumnya gap yang lebar akan sangat berguna jika kita memancing dengan menggunakan umpan alami, karena ada kelebihan ruang diantara gap.
e. Throat
Dalam dan dangkalnya throat atau tenggorokan mata kail yang dipakai tergantung jenis ikan dan cara makan ikan yang dipancing.
f. Bend
Umumnya bentuk bend juga mempengaruhi kekuatan hook saat penetrasi dan hook up. Bentuk-bentuk bend dibedakan menjadi :
Kirbed, misalnya : American Kirby, Tuna hook, Tuna circle
Straight, misalnya : O’Shaughnessy, Sproat hook
Reversed, misalnya : Beak hook, Bait holder
Sedangkan bentuk body pada bagian bend dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
Regular, bentuknya bulat misalnya :Round bent sea, American Kirby
Forged, dari bentuk bulat dipadatkan, dimana kekuatannya akan bertambah ­+ 20% misalnya : O’Shaughnessy, Beak hook
g. Shank
Benuk shang dibedakan menjadi long shank (panjang) dan short shank (pendek). Umumnya shank yang panjang akan memudahkan pemancing dalam melepaskan hook dari mulut ikan, karena masih tersisa sedkit ruang untuk memegang shank. Umumnya untuk pemancingan dengan umpan hidup (mis : cacing) mata kail yang digunakan adalah yang memiliki slice (duri) pada bagian shank, yang berfungsi untuk mengikat umpan (agar umpan tidak mudah terlepas atau tergelincir ke bawah) contoh : Bait hoder, Okiami chinu.
h. Eye
Eye berfungsi sebagai tempat untuk memasang senar, kawat dan aksesoris memancing lainnya. Bentuk-bentuk eye dibedakan menjadi :
Flat, misalnya : Chinu, Umitanago
Hole in flat, misalnya : Tuna circle
Ringed, misalnya : O’Shaughnessy
Jenis-jenis Ringed :
  • Tapered eye, misalnya : Jig hook
  • Ball eye, Misalnya : O’Shaughnessy
  • Looped eye, misalnya : Double hook

Line

ine adalah kabel penghubung yang menghantarkan energi-energi positif yang akan membuat anda menggelinjang tak karuan. Kalo banyak orang bilang joran yg terpenting, tapi menurut saya ya line-lah yg terpenting.

Line / Senar / Kenur ada 2 jenis yang sering dijumpai, yaitu PE Line dan Monofilament Line.
Dalam casting, PE ‘hampir’ mutlak untuk digunakan. Walaupun tidak semutlak popping (casting kelas berat) dan Jigging,keuntungan dari PE adalah kemampuan lontarannya yang lebih jauh, daya tampung ke reel yang semakin banyak (karena diameternya kecil jika dibanding dgn Mono yang berukuran lbs sama), dan tentu saja daya lenturnya yg kurang sehingga ikan akan lebih mudah hook up (kecantol,red).
satuan line biasanya menggunakan lbs / pounds.
Kalo di PE line, biasanya menggunakan satuan angka, yaitu PE 1, PE 2 dst. Semakin besar angka maka semakin besar pula kekuatan lbs line tsb.


Untuk menyalurkan hobi memancing atau berwisata memancing di Kepulauan Seribu, salah satu alat pancing yang sangat vital adalah senar pancing. Agar supaya tidak putus ketika pancing kita disambar ikan, pastinya kita harus memilih senar pancing yang tepat dan berkualitas.
Senar atau Line ini sendiri, adalah suatu tali terbuat dari bahan khusus yang digunakan untuk memancing. Di senar atau Line inilah kail (hooks), pelampung (floats), timah (sinker) dan asesoris lainnya ditempatkan.
Ada dua bagian senar yaitu main line dan hook line. Pemakaian senar juga harus kita sesuaikan dengan tujuan atau apa yang ingin kita dapatkan ketika kita memancing, apakah ikan kecil atau ikan besar. Dari jenis ikan yang akan kita pancing inilah diameter senar kita sesuaikan.
Hal pertama yang perlu diketahui dalam memilih senar adalah kualitas dari bahan senar tersebut yang masing-masing senar mempunyai ciri khas tertentu. Semakin bagus kualitas senar yang kita pakai, sudah pasti semakin mahal harganya.
Senar yang baik mempunyai mutu stabil. Senar yang baik ini dibuat dari bahan baku berkualitas, dengan menggunakan mesin yang baik dan dengan proses dan quality control yang baik pula. Kestabilan senar dimaksud adalah jika dibuat dengan quality control yang ketat seperti diameter, kekuatan (strength), kekuatan ikat senar (knot strength), perpanjangan senar pada saat ditarik (elongation), daya lentur (flexibility) dan ketahanan gesek (abrasion resistance)
Jenis-jenis Senar Pancing yang ada dipasaran ada dua yakni Monofilament dan Multifilament. Monofilament adalah Senar dengan serabut (filament) tunggal, dan terbuat dari bahan dasar nylon. Sedangkan Multifilament adalah Senar yang memiliki banyak serabut. Permukaan senar jenis ini kasar, tidak sehalus senar dari bahan nylon. Jenis Senar Pancing ini banyak dipakai pemancing hobi dan biasanya digunakan untuk lomba.
Selain dari Jenisnya, Senar Pancing juga dibedakan dari karakteristiknya. Berikut ini adalah karakteristik Senar Pancing :
  • Kekuatan (strength) : Seberapa mampu senar dapat menahan beban. Tes kekuatan ini dilakukan dengan menggunakan universal testing machine dengan menarik senar sepanjang 50 cm dengan kecepatan tarikan 200 mm permenit, kemudian senar diuji sampai putus untuk melihat kekuatan maksimalnya.
  • Kekuatan Ikat Senar (knot strength) : Kekuatan ikat pada simpul, dimana senar akan putus disimpul. Umumnya kekuatannya diukur dengan pons (lbs) atau kg (kilogram). Tes kekuatan simpul dilakukan sama dengan tes kekuatan senar dengan membuat simpul pada tengah-tengah senar yang akan diuji, sampai senar putus pada simpul.
  • Perpanjangan Senar Pada Saat Ditarik (elongation) : Senar akan mengalami perpanjangan/mulur pada saat menarik beban, sampai titik maksimal dari senar itu tidak dapat mulur lagi. Tes dilakukan dengan menarik senar sampai titik maksimal senar akan putus.
  • Ketahanan Gesek (abrasion resistance) : Senar yang tidak mudah terkikis/abrasi apabila terkena batu karang, penuntun senar pada joran dan tempat jalannya senar pada ril. Tes dilakukan dengan menggesek senar sampai putus dengan menggunakan amplas berputar dan dihitung jumlah putarannya. Makin banyak jumlah putaran, menunjukkan senar semakin tahan terhadap gesekan.
  • Kelenturan (flexibility) : Resistensi senar saat ditekuk. Tes dilakukan dengan mengukur resistensi senar pada saat ditekuk. Makin besar resintensinya menunjukkan senar semakin kaku.
Kekuatan Senar Dapat Diukur Menggunakan :
Senar Pancing ini, bisa kita uji dengan dua cara. Yaitu dengan menggunakan Alat Pengetesan Senar dan Manual. Alat Pengetesan Senar berupa mesin khusus untuk tes senar. Keakuratan pengetesan dengan menggunakan alat, dibandingkan dengan secara manual, lebih tinggi.
Pengukuran secara manual, bisa kita lakukan dengan memakai sebuah timbangan, kemudian senar ditarik (timbangan menunjukkan suatu angka) sampai senar tersebut putus. Kita juga bisa membedakan senar pancing dari kemasannya, yakni senar Komersial dan Senar Hobi.
Senar Komersial
Senar komersial, merupakan Kemasan senar yang dijual untuk pemakaian yang lebih ekonomis dan kurang memperhatikan kualitas dibandingkan dengan senar hobi. Biasanya pemakaian senar ini untuk mencari nafkah/keuntungan dan digunakan untuk keperluan nelayan membuat/menambal jala.
Senar komersial ini dibagi ke dalam dua jenis yakni Senar Bungkus berupa Senar gulungan tanpa spool dalam bungkusan plastik dengan informasi kekuatan (lbs), diameter (mm) dan panjang senar (m) sedangkan senar pak Senar Pak merupakan Kumpulan senar bungkus, yang dijual dalam bentuk pak ditimbang dengan berat 4,5 kg.
Senar Hobi
Senar Hobi merupakan Senar yang pemasarannya lebih ditujukan kepada para orang yang memiliki hobi memancing . Senar ini lebih mengutamakan kualitas seperti kekuatan dan diameter. Senar ini dibagi dalam dua jenis yakni Senar Rol Meter berupa Senar gulungan dengan spool, dengan informasi kekuatan (lbs), diameter dan panjang senar dan Senar Rol Berat berupa Senar gulungan dengan spool dan informasi kekuatan (lbs), diameter, panjang senar.
Berbagai jenis senar telah diuraikan. Nah untuk memilih senar ini ada tipsnya. Pertama, ketika memilih senar kita harus mengetahui terlebih dahulu tujuannya, apakah untuk tujuan komersil atau hobi. Apabila tujuan untuk komersil, maka memilih senar tidak serumit memilih senar untuk hobi.
Berbeda dengan hobi, banyak hal harus diperhatikan dalam memilih, seperti ikan apa yang dicari, tipe memancing (troling, spinning dan lain-lain) untuk perlombaan/tidak, strength (kekuatan) dalam satuan lbs (pon) atau kilogram (kg) dan diameternya. Selamat memilih!

Dalam fly fishing, fly line adalah komponen yang sangat penting dalam melontarkan fly kearah ikan. Fly line juga merupakan penentu apakah ikan memakan fly atau tidak, apakah ikan berhasil diangkat atau tidak. Dari line yang digunakan, kita bisa menentukan apakah seseorang mancing menggunakan teknik fly fishing atau teknik lain. Dalam fly fishing, line yang digunakan menghasilkan berat pada rod yang menghasilkan energi kinetis untuk melontarkan fly ke target.
Fly line terdiri dari beberapa ukuran, jenis (float atau sinking), dan tapper. Tiap fly line terdiri dari core (inti) dan coating (pelapis). Modifikasi keduanya memungkinkan fly line didisain secara khusus untuk performance karakteristik – castability, shootability, dan durability – yang dibutuhkan untuk berbagai situasi.
Core
Core atau bagian inti dari fly line menentukan rentang kekuatan (strength), tingkat kelenturan (stretches), dan tingkat kekakuan (stiff).
  • Strength – inti pada line dibuat lebih kuat dari pada tippet yang biasa digunakan sebagai leader pada fly line.
  • Stretch – sangat penting bagi sebuah fly line memiliki stretch yang cukup. Jika kurang stretch line akan memiliki masalah memori, sementara jika terlalu stretch fly line akan lembek dan sulit dikendalikan.
  • Stiffness – fly line yang didisain untuk mancing di daerah tropis harus tahan panas yang extrim dan mampu mempertahankan tingkat kekakuan yang cukup, sementara line yang didisain untuk iklim dingin harus mampu mempertahankan kekakuan yang cukup sehingga tidak mengalami masalah memori jika terlalu kaku.
Coating
Hal yang paling mendasar dan penting dari coating pada line ialah merupakan pemberat dan memberi daya bagi rod. Kepadatan dari coating menentukan apakah fly line tersebut sinking atau floating. Pada floating line terdapat gelembung udara mikro yang dicampurkan pada coating pada kepadatan tertentu yang membuat line mengapung. Sementara sinking line terdiri dari material coating dengan kepadatan tinggi sehingga bisa tenggelam dengan kecepatan dan kedalaman yang diinginkan.
Selain itu coating pada fly line mengandung pigmen atau pewarna yang bisa dilihat pemancing dan ikan.
Taper
Bentuk fly line atau taper menentukan bagaimana energi disalurkan pada saat casting. Dengan memvariasikan diameter dan panjang dari bagian-bagian line, performa tertentu yang diinginkan dapat dihasilkan. Bagian-bagian dari taper:
  • Tip – ujung tali paling depan (panjangnya 6 – 12 inci) tempat mengikat leader. Bagian ini tugasnya melindungi taper karena biasanya para pemancing sering berganti-ganti leader dengan cara memotongnya.
  • Front Taper – bagian ini menentukan seberapa kuat fly dilontarkan. Biasanya front taper panjangnya 4 ft hingga 8 ft, dari bagian belly hingga tip, terlihat diameternya mengecil.
  • Belly – bagian ini merupakan bagian dengan diameter terlebar dan panjangnya paling panjang, dimana casting energi terletak.
  • Rear Taper – bagian ini bentuknya, kebalikan dari front taper, gunanya untuk memperlancar casting.
  • Head – istilah ini untuk menjelaskan kombinasi front taper, belly dan rear taper.
  • Running Line – bagian ini untuk mempermudah jarak lempar.
Jenis-jenis Fly Line
Fly line dibedakan kedalam 3 jenis, yaitu:
  • Floating Line – mengambang karena kepadatannya lebih kecil dari pada air dan mengandung gelembung udara kecil. Tiga tipe dasar dari line jenis ini adalah: level, double taper, dan weight forward.
  • Sinking Line – line ini memiliki bagian belly yang tenggelam lebih cepat dari pada bagian yang lebih tipis. Sinking line jenisnya ada yang weight forward dan shooting head.
  • Sinking Tip – jenis line ini terdiri dari floating line dengan tip (ujung) yang bisa tenggelam. Biasanya panjang tip ini 5 – 30 ft.
Umumnya kawat digunakan dalam memancing dengan sasaran ikan-ikan yang bergigi tajam, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Kawat umumnya terbuat dari bahan stainless steel dan untuk pemakaiannya umumnya dipasangkan dengan kili-kili dan peniti. Untuk menyimpul kawat umumnya dipakai sleeve/klem dan dijepit dengan tang.
Jenis-jenis kawat
Kawat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Kawat Stainless
Kawat yang tidak memiliki derat atau tunggal. Untuk ukuran, semakin besar nomornya diameter kawat semakin kecil. Terdapat dua jenis kawat stainless, yaitu: hard (kaku) dan soft (agak lentur).
b. Kawat lilitan dengan lapisan nilon
kawat yang memiliki serat dan dilapis dengan nilon, misalnya:
  • 7×1, yaitu kawat yang memiliki 7 serat yang dililit jadi satu dan dilapis dengan nilon dibagian luar kawat.
  • 7×3, yaitu kawat yang terdiri dari 3 lilitan, dimana setiap lilitan memiliki 7 serat, jadi jumlah keseluruhan serat adalah 21 dan dibagian luar kawat dilapis dengan nilon.
Umumnya kawat yang dilapis nilon agak kaku, dan dalam pemakaiannya jika lapisan nilon tersebut tergores batu karang atau gigi ikan, maka lilitan serat didalamnya kan keluar dan buyar. Selain itu jika air sampai masuk kedalam lapisan nilon, maka akan menyebabkan noda karat pada kawat, dimana noda karat itu tidak kelihatan dari luar dan jika karat tersebut dan jika karat tersebut semakin menyebar, maka kekuatan kawat menjadi lemah atau putus.
c. Kawat lilitan tanpa lapisan nilon
Kawat yang memiliki serat, tapi tidak dilapisi dengan nilon, misalnya: 7×7, yaitu kawat yang memiliki 49 serat, tapi dibagian luar kawat tidak dilapisi nilon.
Kemasan Kawat
Kawat ada yang dikemas dalam bentuk plastik spool dan paper card. ukuran kawat dimulai dari 8-200 lbs, dengan panjang +/- 5-10 m perkemasan.

Bait / Lure

 lure adalah umpan buatan yang kita lontarkan menuju ke peraduan ikan target kita. Digerakkan sedemikian rupa dengan berbagai cara retrieve (menggulung) serta berbagai cara menggerakkan joran (twitch dan lain sebagainya). Akan kita bahas di pertemuan selanjutnya.
Bahan lure tsb bisa dr kayu, plastic, besi, karet dsb.
Berikut adalah jenis2 lure yang umum diketahui

Lure Minnow
Seperti yang terlihat pada gambar, Lure minnow adalah sejenis ikan kecil yang bergerak secara alami seperti ikan. Kebanyakan lure jenis minnow merupakan tiruan bentuk dan warna ikan yang hampir sama persis. Lure ini digunakan pada fresh water dan salt water, biasanya effektif pada saat ikan sedang lapar dan rakus. Lure jenis ini tersedia dalam berbagai jenis kedalaman, shallow type untuk target ikan yang relatif tidak dalam (dekat dengan permukaan), deep type untuk target ikan yang bermain di kedalaman, floating type merupakan lure yang bermain dipermukaan dan sinking type merupakan lure yang cepat sekali tengelam untuk target ikan didekat dasar.

Lure Top Water
Lure jenis ini menggoda/menarik ikan di permukaan. Lure ini beraksi seperti ikan kecil yang panik dan lari menjauh. Lure ini sangat effektif untuk memancing ikan yang bermain disekitar permukaan. Yang termasuk lure jenis ini antara lain jenis pencil dan Lure popper yang menciptakan cipratan dipermukaan dan menimbulkan bunyi yang menggoda ikan.

Lure Vibration
Lure Vibration ini menghasilkan gerakan bergetar yang tinggi dengan bergoyang-goyang untuk menarik ikan bahkan dalam perairan dingin atau dengan jarak pandang yang rendah.


Reel

Reel ( Penggulung Senar ) gunanya untuk menggulung senar, tempat penampungan senar (TPS), dan lain sebagainya.
perannya mirip dengan telapak tangan serta jari waktu kita hand line lah (memancing dengan gulungan biasa, tanpa rod dan reel ).


Reel atau ril merupakan alat bantu yang berfungsi untuk menggulung atau mengulur tali senar pada saat memancing. Pemilihan dan pemakaian ril tergantung pada teknik memancing yang dipakai pada saat memancing. Yang jadi bahan pertimbangan dalam memilih ril penggulung adalah bahannya yang terbuat graphite yang kuat tapi ringan, jumlah bantalan roda (ball bearing), rasio gigi (gear ratio )  dan rem spool (drag) yang elemennya baik.
REEL SPINNING
1. Ciri-Ciri Reel Spinning antara lain :
  • Sistem rotornya berputar ke arah kiri dan kanan
  • Umumnya menggunakan sistem drag depan atau belakang
  • Mempunyai bail arm
  • Spoolnya bergerak naik turun
  • Posisi reel terletak dibawah joran
  • Handle bisa diputar dengan tangan kanan ataupun tangan kiri
2. Bagian-bagian dari Reel Spinning :
Nama BagianFungsi
Main ShaftSebagai as utama
SpoolTempat senar
Bail ArmMembuka/menutup jalannya senar
Line RollerJalannya senar
Drag KnobPengatur tegangan senar
Anti Reversed LeverMengatur fungsi stopper
RotorSebagai penggulung senar ke dalam ril
Drive GearGear penggerak utama
HandlePenggerak drive gear
GripPegangan handle
BodyTempat drive gear, sistem osilasi, tempat ikatan pinion gear
3. Spool Pada Reel Spinning
Umumya spool berfungsi sebagai tempat senar. Spool terbuat dari jenis bahan : plastik (ABS), plastik (ABS-Chromed Plated), plastik (Graphite) dan aluminum. Untuk spool dari bahan aluminum umumnya kaku dan jika dipegang terasa dingin, untuk spool bahan plastik jika ditekuk agak elastis dan tidak dingin jika dipegang. Kelebihan dan kekurangan dari bahan plastik dan aluminum :
BahanKelebihanKekurangan
PlastikLebih murah daripada aluminiumLebih mudah pecah
AluminiumLebih kuat dibanding plastikLebih mahal dibanding plastik
4. Pinion Gear dan Drive Gear
Setiap reel mempunya drive gear (gigi samping) dan pinion gear (gigi tengah), umumnya diameter pinion gear lebih kecil dibanding drive gear dari perbedaan inilah yang dipakai untuk menghitung gear ratio. Jika diameter pinion gear semakin kecil, maka semakin sedikit juga kontak permukaannya dengan drive gear dan tenaga yang dihasilkan juga semakin kecil. Jenis bahan pinion gear dan drive gear, antara lain :
1. Zinc, umumnya berwarna putih butek dan harganya lebih murah
2. Brass, umumnya berwarna kuning
3. Aluminium (duralium), umumnya berwarna hitam, lebih ringan, kuat dan mahal harganya dibanding zinc dan brass
5. Body dan Rotor
Umumnya body dan rotor terbuat dari bahan :
1. Plastik (ABS), mudah pecah da harganya murah
2. Plastik (graphite), campuran antara nylon dan serat fiberglass dan biasa disebut nilon reforce glass
3. Aluminium (die casting), kuat dan mahal
6. Jenis Drag pada Reel Spinning
Drag berfungsi sebagai pengatur tegangan senar pada saat memancing. Jenis drag pada reel spinning dibagi 2 yaitu :
Front Drag (drag depan), lebih kuat karena letak drag lansung kontak dengan spool, tapi umumnya agak mengganggu jika penyetelan dilakukan pada saat memancing, karena letak drag berada di depan spool.
Rear Drag (drag belakang), kurang kuat karena letak drag tidak langsung kontak dengan spool, tapi tidak akan mengganggu jika penyetelan dilakukan pada saat memancing, karena letak drag dibelakang reel.
7. Stopping System pada Reel Spinning
Stopping system adalah sistem penguncian pada reel. Umumnya stopping system pada reel spinning dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
Rachet stopping system, memiliki sela yang cukup jauh sehingga menyebabkan senar mudah kusut
Rotor stopping system (multi stopping system), memiliki sela tapi tidak sejauh ratchet stopping system
One way stopping system, tidak memilki sela
8. Oscillating System pada Reel Spinning
Oscillating system adalah sistem pergerakan spool (naik/turunnya spool). Jenis-jenis oscillating system pada reel spinning antara lain :
Arm oscillating system, merupakan generasi awal dari semua jenis oscillating system, kuat, 1 kali putaran handle=naik turunnya spool, tapi senar yang tergulung di spool kurang rapi.
Gear oscillating system, 1.5-2 kali putaran handle=1 kali naik/turunnya spool, harganya murah dan kuat, senar yang tergulung di spool berbentuk cembung (tinggi dibagian tengah).
- Worm shaft oscillating system, 1.5 kali putaran handle=1 kali naik/turunnya spool, harganya mahal dan kurang kuat, tapi dapat menggulung senar dengan rapi di spool.
Super slow oscillating system, 4 kali putaran handle=1 kali naik/turunnya spool, tetap pakai worm shaft tapi ada tambahan satu gear disamping pinion gear, mampu menggulung senar dengan rapat dan rapi
9. Handle Pada Reel Spinning
Jenis handle pada reel spinning antara lain :
- Normal handle (handle biasa)
- One touch handle (handle lipat)
- Balance handle
Untuk handle arm bahannya terbuat dari :
- Plastik
- Aluminium (die casting)
- Aluminium (machine cut)
BahanKelebihanKekurangan
PlastikMurahTerkadang bisa melintir
Aluminium Die CastingKuat, bisa berbentuk One TouchTidak akan melintir
Aluminium Machine CutLebih kuat, modelnya menarikTidak bisa berbentuk One Touch
10. Ball Bearing pada Reel Spinning
Jenis Ball Bearing yang digunakan pada reel spinning, antara lain :
- Chrome Steel (open type), harganya murah, mudah masuk air, debu dan kotoran sehingga mudah macet dan cepat rusak karena salah satu dari sisi ball bearing terbuka.
Chrome Steel (double shield/shielded), harganya murah, tapi tidak mudah masuk air dan kotoran karena di kedua sisi ball bearing tertutup.
Stainless Steel (double shield/shielded), mahal, kuat dan tahan karat serta di kedua sisi ball bearing tertutup.

Ciri-ciri Reel Baitcasting
Ciri-ciri reel baitcasting antara lain :
  • Memiliki pengatur senar/line guide (lever wind)
  • Memiliki pembebas senar (clutch bar) yang harus ditekan ketika melempar
  • Spool bergerak ke depan atau belakang
  • Senar tidak akan melintir walaupun sering dilempar atau digulung
  • Umumnya memancing dengan menggunakan umpan buatan
  • Posisi reel terletak di atas joran
  • Umumnnya handle terletak disebelah kanan
  • Terdapat dua jenis reel baitcasting, yaitu : Low profile (berbentuk gepeng) dan Round reel (berbentuk bulat)
Bagian-bagian dari Reel Baitcasting
Bagian-bagian reel baitcasting :
Nama BagianFungsi
Lever windPengatur senar supaya rapi
Cast control knobUntuk setting umpan
SpoolTempat senar
Clutch barUntuk membebaskan spool
Star dragPengatur tegangan senar
Quick take downUntuk membuka spool
HandleUntuk mengembalikan posisi clutch bar dan menggulung senar
Selain bagian-bagian di atas, juga terdapat Brake System yang terletak disisi yang berseberangan dengan letak handle. Fungsinya untuk menyetel atau menambah ketegangan senar atau set umpan setelah penyetelan pada cast control agar tidak terjadi backlash (senar kusut di dalam spool, karena spool berputar lebih cepat daripada keluarnya senar).
Terdapat dua jenis brake system, yaitu :
  • Variable brake system, saat posisi on/max, brake (merah) akan naik dan sedikit menahan laju spool, pada saat posisi off/min brake dalam keadaan normal sesuai penyetelan pada cast control.
  • Magnetic brake system, saat posisi on/max, brake tersebut akan menempel pada posisi spool, sehingga ketegangan spool bertambah sedikit, pada saat posisi off/min, brake berada pada posisi normal sesuai penyetelan pada cast control.
Ukuran pada Reel Baitcasting
Ukuran reelDaya tampung spool dengan senar : (Lbs/Yds)
505/260, 6/195, 8/130
1008/165, 10/140, 12/120
2008/230, 10/210, 14/120
30012/240, 14/190, 20/120
40014/260, 17/200, 20/160
70017/420, 20/310, 25/240
Spool pada Reel Baitcasting
Jenis bahan spool pada reel baitcasting, antara lain :
  • Plastik (graphite), tidak dingin jika dipegang, murah dan lebih mudah pecah
  • Aluminium (machine cut), jika dipegang terasa dingin, mahal dan kuat
Ciri-ciri Reel Trolling
Ciri-ciri yang terdapat pada reel trolling, antara lain:
  • Reel berbentuk silinder
  • Sistem spool berputar kearah depan dan belakang.
  • Kapasitas senarnya lebih banyak
  • Jenis drag berbentuk star drag atau lever drag
  • Ada clicker yang akan berbunyi apabila umpan dimakan
  • Reel trolling tidak memiliki pengatur senar (lever wind)
  • Posisi reel terletak diatas joran
  • Umumnya handle terletak di sebelah kanan
  • Dipergunakan untuk memancing di laut, dengan kondisi kapal sedang berjalan
Bagian-bagian dari Reel Trolling
NAMA BAGIANFUNGSI
ClickerTombol alarm
Harness lugsTempat cantelan harness
SpoolTempat senar
ClutchUntuk membebaskanspool
Star dragPengatur tegangan senar
Lever dragPengatur tegangan senar
HandleUntuk menggulung senar
Reel standUntuk dudukan pada joran
Preset knobUntuk setting drag
2 speed knobUntuk setting kecepatan “high & low”
Ukuran pada Reel Trolling
Ukuran ReelDaya tampung spool dengan senar : (Lbs/M)
1212 / 850
2020 / 800
3030 / 800
30 W30 / 1000
30 WLRS50 / 650
5050 / 690
50 W50 / 900
50 WLRS80 / 600
8080 / 800
80 W80 / 1000
130130 / 1000
“W” (wide) yang tercantum pada ukuran reel, artimya reel tersebut memiliki spool yang lebih lebar, sehingga kapasitas senar yang bisa ditampung lebih banyak.
“WLRS” (wide long range special) yang tercantum pada ukuran reel, artimya reel tersebut memiliki kemampuan untuk menampung senar yang ukuran Lbsnya lebih besar dari ukuran yang tercantum, misalnya: 30 WLRS dapat menampung senar ukuran 50 Lbs.
Frame dan Spool pada Reel Trolling
Frame dan spool terbuat dari bahan :
  • Plaastik (graphite)
  • Alumunium (machine cut)
Untik freme dan spool yang terbuat dari bahan alumunium umumnya lebih kuat, berat, dan mahal, sedangkan yang dari bahan graphite umumnya lebih ringan, lebih tahan karat, tapi mudah pecah.
Drag pada Reel Trolling
Jenis drag pada reel trolling ada 2, yaitu:
Star drag, dimana dalam pemakaiannya penyesuaian dan pengontrolan drag yang tepat bukan merupakan pilihan utama, dibanding free spool dan kemampuan untuk casting, star drag dapat disesuaikan saat sedang mengajar ikan, dimana penyetelannya tidak mengandalkan mekanisme dari preset yang telah di set sebelum memancing.
Lever drag, dimana dalam pemakaiannya penyesuaian dan pengontrolan drag yang tepat merupakan prioritas utama, saat sedang trolling lever drag dapat di set dari free spool ke jumlah sebelum penentuan dari tekanan drag dan begitu juga saat sedang mengajar ikan, pemancing dapat menyesuaikan jumlah dari tekanan tersebut.
Speed Pada Reel Trolling
Terdapat dua jenis speed pada reel trolling, yaitu:
  • High speed, digunakan saat sedang mengajar ikan yang ukurannya agak kecil atau tidak terlalu berat untuk kapasitas reel, sehingga senar dapat digulung dengan cepat agar ikan cepat sampai kesisi kapal.
  • Low Speed, digunakan saat sedang mengajar ikan yang besar atau berat, agar senar tidak putus dan reel tidak terbebani karena tarikan beban berat. Umumnya untuk reel trolling yang hanya memiliki satu speed, jenis tersebut merupakan jenis low speed.