Memancing

Memancing secara luas adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga luar ruang (outdoor) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan

Daftar Rekor Memancing Air Laut

Rekor Nusantara FORMASI / Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia

Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia

FORMASI (singkatan dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia) adalah sebuah organisasi nirlaba yang mewadahi semua pemancing di Indonesia.

Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)

Rekor dunia yang diakui oleh IGFA milik Masullo Jorge de Aguiar Brasil memancing Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) seberat 32,4 kg.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Salt water. Show all posts
Showing posts with label Salt water. Show all posts

Tuesday, October 9, 2012

Spot Mancing Salt Water


Di perairan Indonesia khususnya Jawa Barat, banyak terdapat lokasi memancing potensial yang dapat dicoba guna menyalurkan hobi mancing anda. Di bawah ini beberapa lokasi mancing yang potensial antara lain:
Teluk Jakarta
Menuju ke Utara dari pantai Teluk Jakarta terdapat Kepulauan Seribu, sekelompok pulau kecil yang bertaburan di sana. Banyak lokasi mancing di gugusan karang yang tersebar di sekitarnya. Laporan hasil tangkapan terbesar adalah marlin hitam (black marlin) seberat kurang lebih 50 Kg. Teluk Jakarta menjadi salahsatu spot tujuan bagi para pemancing di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Ujung Kulon dan sekitarnya
Ujung Kulon berlokasi di Jawa Barat. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih selama 3 jam akan tiba di pantai Anyer dan Carita. Di sana banyak kapal carteran untuk mancing ke Ujung Kulon, Gunung Krakatau atau bahkan sampai ke Lampung Selatan. Pada musim yang tepat, pemancing dapat melakukan Tag & Release pada Marlin seberat 200 Kg. Tempat ini menjadi salah satu pilihan tujuan untuk berakhir pekan.
Gunung Krakatau
Lokasi unik yang berada di tengah selat Sunda. Sebuah gunung berapi yang muncul dari permukaan laut. Krakatau dapat dicapai dari Anyer dan Carita. Kira-kira 2 jam dengan kapal cepat dan 3,5 jam dengan kapal diesel. Ada 3 pulau di sekitar anak Krakatau yang masih aktif. Ketiganya terlihat seperti merupakan bagian dari pecahan Krakatau sebelum meletus pada tahun 1883. Oleh sebab itulah banyak terdapat laguna di sekitarnya. Laguna ini merupakan rumah bagi ikan masidung, kakap merah, kerapu dan ikan penghuni karang lainnya. Di samping memancing, pemandangannya juga menakjubkan. Sangat potensial sebagai pilihan untuk refreshing.
Pelabuhan Ratu
Perkampungan nelayan yang lainnya, namun lebih besar ketimbang Muara Binuangen adalah Pelabuhan Ratu. Lokasi ini sangat terkenal di antara pemancing Indonesia. Beberapa waktu yang lalu di sana terpancing marlin hitam dan marlin biru seberat 200 kg. Pemancing berkesempatan mendapat pengalaman mancing yang tak terlupakan di tempat ini.
Ujung Genteng
Letaknya dekat Surade dan Jampang Kulon (Sukabumi). Di sini banyak terdapat masidung dan tuna serta lainnya. Juga terdapat pantai di mana penyu bertelur yaitu di Pangumbahan. Lokasi ini kondang akan ombaknya untuk berselancar.
Batu Karas
Sekitar 1,5 jam dari gerbang Pangandaran. Sekali lagi hasilnya masidung, tenggiri, tuna, dan sebagainya. Sebelum tiba dilokasi akan melewati sebuah sungai yang indah, mirip Green Canyon di Amerika. Salah satu lokasi potensial di sana adalah Legok Jawa. Selain memancing, pemancing juga akan menemukan banyak tempat-tempat indah di sana.
Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pantai Malimping dan Ujung Kulon

Tempat memancing dengan infrastruktur memancing terbaik di Indonesia, di Malimping dan Binuangeun, kabupaten Lebak Banten tersedia kapal memancing dilengkapi GPS dan Fish finder dengan ABK terbaik dan berpengalaman.

Laut sekitar pulau Karimunjawa hingga pulau di sekitar Madura, Jawa Timur

Aneka jenis ikan tenggiri, kakap, giant travelly dan tuna bisa anda buru disini. Infrastruktur wisata belum tersedia

Perairan kepulauan Mentawai, Siberut Sumatera Barat

Terutama di sekitar karang sibora. Infrastruktur memancing belum tersedia, namun bagi anda yang ingin memancing dapat menyewa kapal tradisional milik nelayan sekitar.

Pulau Weh Sabang, Aceh

Terutama di sekitar gugusan karang pulau Silaku, infrastruktur wisata belum memadai di pulau weh ini.

Laut Banda, Laut Aru, Laut seputar pulau Kei, Maluku

Kedalaman yang mencapai 5000 meter ombak yang juga besar dan angin yang pasti selalu berubah .Infrastrukturnya untuk wisata sangat memadai, namun untuk memancing belum tersedia. Biasa nelayan menyewakan kapal tradisionalnya, terdapat banyak zona drop off yang menjadi sarang ikan besar .

Laut Pulau Biak, Papua Barat

Kedalaman laut >1000 meter. Ombak tenang, dengan angin sering berubah. Sangat cocok untuk memancing dengan teknik popping, jigging dan trolling. Tersedia infrastruktur wisata memancing, sejumlah resort menyewakan kapal.

Laut Fakfak, Kanka hingga Kaimana, Papua Barat

Kedalaman laut lebih dari 1000 meter dengan angin yang sering berubah. Tempat terbaik untuk memancing tuna. Dengan berat 90 kg, waktu terbaik untuk memancing adalah bulan Nopember. Tersedia infrastruktur wisata memancing sejumlah resort yang menyewakan kapal dengan ABK berpengalaman. (berbagai sumber)

Sunday, October 7, 2012

Lure


Umpan Palsu / Lure

Alasan penggunaan umpan tersebut, dikarenakan umpan tersebut sangat digemari oleh ikan di daerah tersebut, selain itu ikan menyambar umpan tiruan bukan karena lapar, tetapi bermaksud menyerang benda asing yang melintas didekatnya. Selain itu penggunaan lure juga harus disesuaikan dengan teknik memancing.
JENISTEKNIK MEMANCINGTEMPAT
LURESpinningCastingTrollingJiggingFlyMANCING
Floating
ya
yayaLaut, sungai
SinkingyayayaLaut
RappingyayayaLaut, sungai
PopperyayaLaut, sungai
KonaheadyaLaut
SquidyayaLaut
JigyayayayaLaut, sungai, danau
SpoonyayaLaut, sungai, danau
SpinneryayayaSungai, danau
FliesyayayaSungai, danau
UdangyayayaLaut, sungai
KodokyayayaLaut, sungai

Live Bait


Berikut ini beberapa umpan yang baik digunakan untuk mancing di laut, diantaranya:
1. Ikan hidup dengan dua kail.

(fish by two hook)
2. Teknik menghanyut juga boleh digunakan.

(drift technique also can be used)
3. Ikan hidup dengan satu mata kail.

(Fish by one hook)
4. Irisan/potongan ikan dengan dua mata kail.

(Slice fish deduction by two hooks)
5. Sotong dengan dua mata kail.

(Squid by two hook)
6. Dua mata kail digunakan dengan kedudukan mata kail kedua tidak diikat tetap pada tali
utama agar ia mudah turun dan naik ketika dalam tekanan atau diasak ikan.

(Double hooks used with second hook loose remained at main line so that it easy to come 
down, rose when under pressure or jammed fish)

7. Memancing menggunakan kaedah surf fishing/pancing pantai dengan ladung yang digantung pada
tali utama bagi menggandakan kekuatan tali utama.

(Fishing method used surf fishing coast with sinker slung round main line to double the 
strength of main line)

8. Seekor sotong dengan satu mata kail. Mata kail juga digunakan untuk menjahit agar sotong
terbentuk lurus. Perhatikan mata kail tidak masuk melalui badan sotong tetapi dicucuk dari
kiri dan kanan badannya hingga ke kepala.

(Squid by one hook. Hook also used to sew so that squid formed straight. Note hook did not 
come in through squid body but am being stabbed from left and right its body until head)

9. Teknik mark shean’s menggunakan sebahagian sotong dengan dua mata kail.

(mark shean’s technique use squid part by two hook)
10. Sotong atau hirisan ikan dengan satu mata kail. Perhatikan mata kail diguna sebagai jarum
untuk merentangi hirisan agar berkeadaan lurus.

(Squid or fish slice by one hook. Note hook utilised as needle to span slice so that in a 
straight line)

11. Perambut untuk ikan di muara atau kuala terdiri dari batu ladung hidup dan dua mata kail.
Mata kail yang disambung terus dengan batu ladung ini akan menegangkan dua kali tali utama.

(Rig for fish in estuary or mouth are made up running sinker and double hooks. Hook 
connected on with this siker will strain main line double)

12. Dua mata kail digunakan dengan mata kail kedua disekat dengan tali utama dengan tali yang
lebih anjal sebagai alternative yang lebih mudah.

(Double hooks used with second hook blocked with main line with rope that is more flexible 
as alternative easier)

Teknik-teknik Mancing di Laut


Memancing di laut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Memancing dari daratan (Inshore) dan Memancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari daratan (Inshore):
Ada beberapa type mancing dari daratan antara lain:

1. Surfishing (Memancing dari pantai): Biasanya dilakukan di pinggir pantai berpasir, dan piranti spinning adalah yang umum dipakai disini. Bisa juga menggunakan jenis piranti yang lainnya, bergantung pada jenis ikan yang anda inginkan. Kepiting kecil, cacing laut, udang, irisan ikan, ikan hidup dan juga umpan tiruan dapat digunakan sebagai umpan. Pada lokasi yang potensial, anda mungkin dapat memancing ikan yang cukup besar.
2. Pierfishing (Memancing dari dermaga): Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan gelombang.Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya, karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu, pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type spinning, karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan surfishing.
3. Rockfishing (Memancing dari batu karang): Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam rockfishing, dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat mendebarkan dan seru. Biasanya pada rock fishing bisa mendapatkan ikan yang lebih besar jika dibandingkan dengan surfishing dan pierfishing. Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti surfishing dan pierfishing, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.
Mancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:
1. Bottom Fishing (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.
2. Jerking (Mancing hentak/ngotrek): Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.
3. Kite Fishing (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.
4. Drifting (Mancing berhanyut): Dapat diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.
5. Trolling (Mancing tonda): Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang berukuran besar.

Memancing ikan air laut


Memancing ikan air laut adalah kegiatan, olahraga, hobi atau salah satu cara menangkapikan dilaut dan dilakukan mulai dari pinggir pantai hingga ke tengah laut dengan menggunakan bantuan alat pemancing ikan.
Di air laut, memancing ikan pada zaman ini dapat dilakukan dengan cara:
  • Memancing pinggir laut
  • Memancing tengah laut
  • Memancing permukaan laut
Selain itu kondisi saat memancing ikan di laut dapat dilakukan pada siang hari (dari pagi hingga petang) dan juga malam hari. Namun semua kegiatan memancing di laut kadang selalu tergantung juga dengan keadaan cuaca di sekitarnya.

Faktor Cuaca di atas permukaan laut

FAKTOR CUACA Tidak setiap pemancingan ikan di laut selalu berhasil dengan baik. Saat memancing ikan dilaut, faktor cuaca atau faktor alam sangat berpengaruh pada hasil tangkapan. Faktor cuaca biasanya tergantung dari bermacam faktor.
Faktor Cuaca di atas permukaan laut
1. Matahari dan Bulan Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.
Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan. Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.
2. Angin, Ombak dan Awan Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.
Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.
FAKTOR CUACA DIDALAM AIR LAUT
1. Suhu air laut Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26 – 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.
2. Arus air laut Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.
Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak berkumpul.
3. Kejernihan air laut Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.
Sumber: fiqrin.wordpress

Angin, Ombak dan Awan
Kecepatan angin juga memengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.
Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan

Faktor Cuaca di dalam air laut

Suhu air laut

Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26 - 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.

Arus air laut
Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.
Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing danmata kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak berkumpul. arus yang kencang akan membuat umpan melayang dan kurang menarik minat ikan untuk memakannya dan arus yang mati akan membuat umpan jatuh ke dasar . arus sedang adalah yang diharapkan para pemancing karena umpan akan melayang layang seperti hidup sehingga membuat ikan menyukai nya.

Kejernihan air laut
Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.