Memancing

Memancing secara luas adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga luar ruang (outdoor) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan

Daftar Rekor Memancing Air Laut

Rekor Nusantara FORMASI / Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia

Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia

FORMASI (singkatan dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia) adalah sebuah organisasi nirlaba yang mewadahi semua pemancing di Indonesia.

Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)

Rekor dunia yang diakui oleh IGFA milik Masullo Jorge de Aguiar Brasil memancing Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) seberat 32,4 kg.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Teknik FW. Show all posts
Showing posts with label Teknik FW. Show all posts

Tuesday, October 9, 2012

Teknik Mancing Casting


Casting adalah teknik mancing menggunakan umpan palsu dengan cara melempar umpan ke daerah target yang kita inginkan, kemudian retrieve perlahan-lahan sehingga umpan yang dirancang sedemikian rupa bergerak menyerupai ikan kecil sungguhan sehingga menarik ikan-ikan predator. Target ikan dengan teknik mancing casting ini adalah hampala, bawal,toman, barramundi, barracuda, kuwe dll.
Pertama yang perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan casting di permukaan laut ialah dengan mengetahui cuaca dan kondisi angin laut. Pilihlah cuaca yang cerah, selain lebih berpotensi mendapatkan ikan besar, juga untuk keselamatan anda sendiri. Untuk Kondisi angin laut, akan sangat berpotensi jika sedang musim angin timur. Karena ketika musim angin timur adalah musim di mana munculnya banyak ikan di laut.
PERALATAN CASTING
1. Reel
Baitcasting Reel, reel ini memang dikhususkan untuk mancing dengan teknik casting. Untuk pemilihan reel baicasting gunakan reel yang memiliki smooth drag dan laju spool yang lancar dan juga memiliki magnetic drag yang bagus.
Spinning Reel, gunakan reel dengan ukuran 2000 – 4000. Biasanya memiliki spool yang tidak dalam (cetek) dan juga bentuk spoolnya panjang dan lebar.
2. Joran
Gunakan joran dengan ukuran 180cm – 210cm
3. Umpan
ada dua tipe dari umpan ini yaitu ada yang diperuntukan di permukaan air dan ada juga yang memang khusus untuk kedalaman. Jenis umpan bermacam-macam seperti, minnow, mini popper, spoon, stickbait, pencil bait serta frogi. Ukuran yang digunakan biasanya sekitar 3cm – 7cm. Pada umumnya warna umpan juga menjadi pertimbangan tertarik atau tidaknya ikan target.
4. Senar
Jenis senar yang biasa digunakan adalah senar dari jenis braided (PE). Mulai dari PE 1 – PE 2 yang memiliki braided halus, tidak kasar jika dirasakan oleh tangan.
5. Leader Line
Gunakan Fluorocarbon dengan ukuran 40lbs, panjangnya kira-kira 2 meter.
CASTING ACTION
Setelah semua peralatan selesai disiapkan, barulah kita mencari spot yang menurut kita memiliki potensi yang bagus untuk mancing. Lempar kan umpan ke arah target yang diinginkan kemudian retrieve secara perlahan-lahan hingga membuat ikan target tergoda. Selain jenis, warna dan ukuran lure yang mempengaruhi tergoda atau tidaknya ikan target juga tergantung dari kemahiran kita dalam memainkan umpan tersebut. Jika pada lemparan pertama belum mendapatkan strike, ulangi terus sampai anda mendapatkan strike ikan yang anda inginkan. Selamat Mencoba.

Teknik Mancing Hampala


Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota) terkenal memiliki tenaga luar biasa. Saat terpancing akan terus berlari bagaikan terpedo. Itukah nikmatnya mancing hampala. Berikut ini kami uraikan rahasia mancing ikan yang termasuk dalam family Cyprinidate alias suku karper-karperan ini. Siapa tahu trik ini bermanfaat bagi anda.
1. Kenali Lubuknya
Ikan hampala suka tinggal di sungai yang beraliran deras dengan tepian dangkal dan berpasir. Di lokasi itu, biasanya banyak ikan-ikan kecil sebagai makanannya dan juga banyak makanan yang hanyut. Selain sungai ikan hampala juga berada di dam atau waduk. Ciri lokasi yang di gemari adalah daerah berpasir atau berbatu kerikil.
2. Menyiapakan Alat Pancing
Joran, Pilih panjang joran antara 1,5 m – 2,5 m, ringan dan berujung lentur. Joran dan ril yang ringan dan lentur membuat kita mudah utuk casting.
Ril sebaiknya kelasnya sama dengan joran, dengan batalan roda 3 atau lebih. Pilihlah yang berjenis ringan supaya tidak terlalu memlemahkan.
Ada banyak merk kenur, pilihan yang kuat dengan ukuran sesuai dengan kelas joran atau ril. Bisanya yang d pakai adalah kelas 4 lbs, jangan memakai kenur telalau kecil karena resiko putusnya besar. Kenur terlalu besar juga kurang bagus karena jarak lempar menjadi pendek.
Untuk umpan, pakailah plug yaitu umpan buatan yang menyerupai ikan kecil. Pilih ukuran plug dari sebesar jari manis orang dewasa hingga seukuran jempol. Selain plug juga bisa dipancing menggunakan popper kecil.
Perlengkapan tambahan seperti rompi bersaku banyak yang di gunakan untuk tempat berbagai piranti mancing seperti kili-kili, pisau, gunting, tang, cadangan kail, sampai dengan korek dan rokok.
3. Saat Yang Tepat
Setelah semua mengenal lokasi dan persiapan piranti sudah oke, maka baruklah kita berburu ikan hampala dengan musim dan yaktu yang tepat. Musim kemarau merupakan musim yang tepat untuk memburu hampala. Salain pinggir sungai tidak becek, air sungai/ waduh jernih sehingnga kita bisa melihat langsung ikan itu ada atau tidak di pinggir sungai. Faktor lain yaitu pada musim kemarau adalah masa hampala memijah. Ikan induk hampala akan menepi untuk bertelur di daerah dangkal dan berpasir. Nah, mancing di saat itulah sangat menjanjikan.
4. Mainkan Plug Anda
Setelah mengenal saat yang tepat, sekarang giliran mengail hampala dengan menggunakan plug. Pertama amatilah lubuk hampala secara cermat. Jika anda sudah mengetahui cobalah mendekati dengan berjalan kaki tanpa menimbulkan suara.
Lemparkan plug anda diantara barisan hampala. Tarik plug anda. Berenangnya plug di air membuat hampala gusar dan ingin mengusirnya dengan menyambar plug tersebut. Setelah mulutnya tersangkut kail, usahakan agar ikan tidak lepas saat bertarung. Jika sampai lepas ikan hampala di daerah itu tidak mau lagi makan umpan plug anda.
Jika anda mancing tidak sendirian, ajak teman anda juga melemparkan plug di belakang umpan anda yang termakan tadi, karena hampala lain juga akan menyambar plug tersebut.

Teknik Dasar Memancing


Memancing ikan kelihatannya gampang, menyiapkan alat pancing, menyiapkan umpan, dan mencari lokasi yang banyak ikannya. Sesampai di lokasi alat dikeluarkan, umpan dipasang, lemparkan umpan, menunggu sebentar hingga ikan memakan umpan, kemudian menggulung atau menarik kenur atau senar lalu diangkat.
Namun, kenyataannya tidak semudah yang kita bayangkan atau kita lihat. Untuk memancing diperlukan sedikit keahlian khusus. Teknik ini akan sangat diperlukan apalagi kalau kita mengikuti lomba. Yang jelas, berlatih diperlukan seperti pepatah “practise make perfect” atau berlatih membuat sempurna. Berlatihlah dan pengalaman akan mengajarkan anda kepada tekink yang benar dan efektif.  Berikut beberapa teknik yang perlu dikuasai selain teknik yang pernah disajikan sebelumnya.
Melempar atau Melontar Umpan
Kunci sukses acara mancing juga ditentukan oleh teknik lontaran. Lontaran harus jatuh pada titik yang sama dengan titik yang telah diberi umpan pengebom. Lontaran ke arah yang sembarangan itu seperti mengoper bola ke arah yang tiada seorang temanpun yang menyambut. Berlatihlah dulu cara melontar di kolam harian sebelum anda beralih ke pertandingan.
Memang tak ada larangan untuk langsung terjun ke lomba. Namun tentunya kita tak ingin mendapat malu bila lontaran kita selalu jatuh di lapak tetangga. Mula-mula atur pengangan tangan tepat pada gagang joran di mana ril duduk. Buka kawat pengaman ril (Bail Arm) dan tahan kenur dengan jari telunjuk.
Pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang. Bila saat itu anda masih ragu, gerakan joran kembali kedepan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala.
Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi anda tahan dengan jari. Bila gerakan dilakukan secara benar maka anda tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus hingga dirasa telah cukup.
Isyarat Kenur
Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan ke kenur. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest) atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas. Ada 2 kondisi dimana kita harus segera menggentak joran: Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh. Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor. Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang.
Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya.
Menggentak Joran
Agar ikan dapat terkait saat umpan termakan, setelah adanya deteksi gigitan yang diurai di atas tadi. Anda perlu menggentak joran (strike) terutama bila rangkaian yang digunakan berpelampung. Gerak menggentak joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks anda, sehingga tangan terlatih untuk segera meraih joran.
Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di belakangnya. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah kenur.
Pada lokasi alam, lontaran dapat saja jauh di arah kanan atau kiri dari posisi kita. Bila lontaran arah ke kiri, gentakan adalah ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri. Pada empang pemancingan lontaran umpan hanya ke arah depan saja, karena sebelah kanan kiri ditempati orang.
Menaklukan Ikan
Menaklukkan ikan adalah saat yang paling asyik dan so pasti kritis. Gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus kenur (breaking strength) dapat menyebabkan kenur putus. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan anda sendiri, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh. Biarkan ikan yang terpancing melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan merubah arah, segera gulung ril anda, coba menambah tekanan drag.
Namun bila tenaga ikan masih besar, kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha lari ke arah lain. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Jangan panik, lakukan gerakan tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar. Akibat daya lentur joran dan setelah beberapa kali tarik ulur ikan akan menjadi lemah, segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar. Angkat joran dengan gerakan siku anda, gulung kembali ril dengan cepat seperti tadi dengan teknik pemompaan.
Bila ikan telah dekat, anda harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak, yang penting posisi drag ril anda jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata masih mempunyai sisa tenaga yang besar. Bila yang anda kenai ternyata ikan yang berukuran super, maka sebenarnya perlawanan adalah saat ikan sudah begitu dekat dengan anda. Karateristik ikan mas yang besar biasanya dari tengah kolam anda dapat menariknya dengan mudah hanya saja terasa berat.
Gulung kenur secara hati-hati gunakan perasaan anda menghadapi perlawanannya. jangan berusaha melawannya bila ikan masih berontak , mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar, bila ikan telah mendongak jangan gulung kenur anda karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan. Tetapi tetaplah pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi, dan untuk mendekatkannya ke tepi kolam, melangkahlah mundur hingga posisi ikan dapat dengan mudah diserok
Melepas Kail
Melepas kail yang menancap pada mulut ikan memang tugas pembantu (kedi) anda. Namun terkadang ada saatnya dimana kita sendiri selaku pemancing yang harus melakukan hal tersebut. Berhati-hatilah saat melepaskan kail, kalau menancap pada tangan anda akan sulit untuk melepaskannya. Gunakan lap untuk memegang badan ikan yang licin, biarkan ikan menggelepar pada serokan, bila ikan terdiam pegang ikan dengan tangan kiri, tekan agak keras bagian perut dengan jempol kiri anda.
Ambil tang atau alat khusus pelepas kail (Disgorger) apabila tak ada pegang kail yang menancap dengan jari telunjuk dan jempol kanan lalu tarik kail mengikuti arah lengkungannya, bila agak sulit dorong kail terlebih sebelum mencoba membukanya lagi. Bila kail tertelan terlalu dalam dan anda tak membawa alat pelepas kail, carilah ranting pohon yang kira-kira masuk ke mulut ikan, ikutilah arah kenur pancing lalu dorong kailnya hingga terlepas dan keluarkan kail berbarengan dengan ujung ranting yang yang masuk ke mulut ikan.
Bila teman anda atau anda mengalami kecelakaan tertancap kail, tetaplah tenang jangan panik. Mintalah pertolongan medis yang benar di klinik pengobatan. Namun apabila pertolongan medis tidak ada, perhatikan sampai di mana kail menancap, apabila kail belum menembus maka anda dapat menariknya seperti biasa, namun bila kailnya tembus arah tarikan untuk mengeluarkan adalah ke arah pangkal kail.
Untuk itu lepaskan kenur yang mengikat kail, posisikan tubuh agar anda mudah menariknya, teorinya adalah kail itu tidak ditarik keluar melainkan diloloskan hingga pangkalnya mengikuti arah luka tembus. Bila ada tang potong, patahkan dahulu bagian pangkal tempat pengikat yang biasanya lebih besar dari batang. Kalau tak ada, apa boleh buat karena anda harus segera mencabutnya.
Alihkan perhatian teman yang tertancap kail, bisa dengan bantuan teman yang lain, saat perhatianya teralih dengan gerakan yang cepat loloskan kail dengan menarik bagian lengkung hingga kail tercabut. Anda harus yakin, jangan sampai gagal pada tarikan pertama ini, sebab jika gagal teman anda itu akan lebih keras menjeritnya. Gunakan alkohol atau betadine untuk membersihkan bagian luka.

Teknik Mancing Glosoran


Rangkaian glosor mempermudah deteksi sambaran ikan mas Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan melalui kenur hingga ke joran. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest), atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas.
Ada 3 kondisi dimana kita harus segera menggentak joran : (klik gambar untuk melihat pergerakan)
Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh
Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor
Kenur yang bergerak-gerak
Gerakan yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya.
(sumber: www.mancing.info)

Mancing di Air Tawar


Memancing ikan adalah hobi yang cukup menghibur dan menyenangkan bagi sebagian orang. Bahkan untuk menghilangkan penat dan melupakan sejenak rutinitas kerja sehari-hari kita dapat juga sebagai obat stees yang ampuh. Agar lebih afdol, kegiatan memancing ini memiliki beberapa tips dan trik yang bisa dipraktekkan langsung agar lebih efektif, lebih baik dan menjadikan kegiatan memancing tidak membosankan.
Memancing di air tawar (seperti: sungai, kolam, dan waduk) sudah menjadi hobi yang ditekuni oleh banyak orang. Selain biayanya yang cukup murah, juga karena memancing ikan di air tawar menuntut kesabaran yang ekstra. Rasa ikannya pun cukup lezat dan gurih. Yang perlu diketahui adalah teknik memancing di air tawar itu ada perbedaannya dengan di pantai atau di laut. Namun meski begitu tetap ada persamaan yang dimiliki, yaitu sama-sama menyenangkan. Apalagi bila kita bisa mendapat lokasi yang bagus.
Peralatan
Peralatan memancing secara umum yang diperlukan adalah :
  • Joran pancing
  • Tali senar
  • Reel
  • Timah pemberat
  • Barel Swivel
  • Mata kail
  • Pelampung
  • Stoper pelampung
  • Flying Lures untuk Tehnik Casting (buat ikan Predator)
  • Umpan (cacing, pelet, udang, lumut atau racikan sendiri)
Memilih Lokasi
Tidak berbeda dengan di laut, teknik memancing di sungai juga perlu strategi yang khusus. Terutama pada pemilihan lokasi yang bagus, agar nanti bisa mendapat ikan air tawar yang banyak dan besar. Bagi yang ingin memuaskan kegemarannya dalam memancing di sunggai, pilihlah lokasi-lokasi yang kondisinya airnya jernih dan tidak banyak kotoran, terutama limbah industri. Ikan sama sekali tidak menyukai tempat seperti ini. Maka jangan berharap bisa mendapat ikan bila tetap nekad menggunakan sungai seperti ini untuk dijadikan lokasi pemancingan.
Setelah melihat kondisi airnya, perhatikan pula keadaan sungai itu. Bila tanah di sekitar sungai itu berbatu, maka teknik memancing ikan di sungai seperti ini adalah dengan memilih lokasi di daerah muara sungai tersebut. Jangan di daerah hulunya. Karena untuk sungai yang banyak batunya, ikan lebih suka tinggal di daerah muara. Karena arusnya relatif lebih tenang. Selain itu ikan juga lebih mudah mencari makanan.
Lalu bagaimana bila sungai itu berpasir? Lihat dulu kondisi kedalaman sungai tersebut. Bila cukup dalam, maka kita bisa berharap bisa mendapat ikan yang banyak dan besar. Karena bila sungainya dangkal, maka ikan yang hidup di situ pasti kecil-kecil dan jumlahnya juga tidak banyak.
Teknik Memancing
Setelah dapat lokasi yang bagus, teknik memancing di sungai selanjutnya adalah cara melempar kail. Usahakan untuk melempar kail tepat di tengah-tengah sungai. Jadi jangan asal melempar dengan jauh begitu saja.
Kalau lemparannya terlalu jauh, justru mata kail ikan bisa jatuh di pinggir seberang sungai. Jadi sama sajakan, tetap di pinggir. Ikan yang besar pasti lebih suka memilih tinggal di bagian tengah sungai. Karena dasarnya juga lebih dalam dibanding dengan daerah pinggir.
Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan dalam teknik memancing di sungai adalah posisi mata kail Ketika melakukan lemparan, usahakan mata kail bisa jatuh dengan posisi mengikuti arus air. Jangan yang berlawanan. Karena ketika merasa lapar, ikan akan lebih mudah melihat umpan kita. Sehingga kemungkinan mendapat hasil tangkapan juga bisa lebih besar.
Lalu untuk makanan yang mau dijadikan umpan, pilihlah makanan yang paling disukai oleh segala macam jenis ikan air sungai atau tawar. Ingat, jenis makanan ikan sungai dan laut itu berlainan. Jangan disamakan begitu saja.
Umpan Mancing Di Sungai
Umpan. Pakan ikan untuk memancing di sungai yang paling mudah adalah cacing. Beberapa pemancing ada juga yang biasa memakai gorengan atau juga daunt alas. Dan ada juga yang memakai pellet, serangga kecil, ulat, dan bahkan ikan kecil. Semakin bagus kualitas pakan, biasanya semakin besar peluang dapat ikan.
Memancing di sungai/kolam dan waduk
Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail.
Tehnik Dasar :
  • Dengan satu mata kail (bisa menggunakan lebih dari satu mata kail)
  • Jenis dan tehnik dasar/selem
  • Penuntun Umpan (timah diatas mata kail jarak sekitar 10-15cm) menggunakan barel swivel yang berfungsi sebagai stoper timah dan umpan tidak diam/statis tapi dapat bergerak kesan-kemari mengikuti arus air dan lebih menarik perhatian ikan
Masih Tehnik Dasar II :
Jumlah mata kail dalam setiap joran pancing minimal 2 mata kail (lebih banyak lebih bagus), dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10-15cm
Memancing di Kolam/Empang atau Waduk
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan buruan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan Nila/Mujair, umpan yang digunakan adalah lumut hijau bisa juga dengan cacing
Tehnik Melayang :
Untuk setting alat pancing ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada di atas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Misalnya untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,45 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper. Fungsi pelampung adalah membuat umpan melayang di dalam air dapat juga untuk mengukur kedalaman air dan usahakan sisakan beberapa cm (bisa 5-15cm dari dasar tergantung jenis ikan yang dipancing, biasanya jenis ikan besar lebih suka di perairan dalam) di atas dasaran sungai maupun kolam agar umpan dapat bergerak sesuai arus bawah air serta mudah terlihat ikan.
Keunikan Memancing Di Sungai
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memancing ikan di sungai, persiapan tersebut meliputi persiapan peralatan dan persiapan mental. Persiapan peralatan biasanya berupa alat-alat yang perlu dibawa saat memancing di sungai. Alat-alat tersebut adalah:
  • Kail untuk memasang umpan yang akan dimakan oleh ikan. Besarnya kail tergantung jenis ikan yang akan dipancing, untuk memancing di sungai biasanya menggunakan kail yang berukuran kecil dan sedang, sebab ikan di sungai jarang sekali ada ikan yang besar.
  • Jeujeur yang berarti kayu atau bambu panjang yang digunakan sebagai kepanjangan tangan si pemancing supaya bisa menempatkan kail di tempat yang dianggap banyak ikannya. Memancing di sungai tidak perlu jeujeur yang mahal, sebab kekuatan tenaga ikan di sungai tidaklah sehebat ikan di laut.
  • Pakan Ikan yang berupa cacing. Beberapa pemancing juga biasa menggunakan gorengan dan daun talas untuk memancing di sungai. Semakin bagus kualitas pakan ikannya tentu saja semakin besar juga peluang si pemancing untuk mendapat ikan.
  • Ember yang berisi air untuk menyimpan ikan yang berhasil dikail saat memancing di sungai.
Persiapan mental untuk memancing di sungai juga tidak kalah pentingnya juga. Sebagus apa pun peralatan yang digunakan untuk memancing di sungai, kalau tidak diiringi dengan persiapan mental yang baik, hanya akan berujung kepada ke sia-siaan. Berikut ini adalah beberapa persiapan mental untuk memancing di sungai.
  • Pemancing harus siap sendirian. Memancing di sungai memang harus soliter sebab karakter ikan sungai yang liar, biasanya sangat waspada dengan gerakan sekecil apa pun. Oleh sebab itu anda jangan heran bila melihat pemancing ikan di sungai rela untuk diam duduk mematung sendirian berjam-jam hanya untuk mendapatkan ikan.
  • Pemancing harus pemberani. Memancing di sungai kebanyakan dilakukan di malam hari, sebab saat itu ikan sedang dalam kondisi lengah dan mudah sekali untuk dipancing. Pemancing yang bernyali kecil pastinya akan berfikir dua kali untuk memancing malam hari sendirian. Anda tahu sendiri kan? kalau di malam hari itu waktunya jin berkeliaran, dan tempat favorit jin berkeliaran salah satunya di sungai.
  • Pemancing harus tabah. Karakter memancing di sungai berbeda dengan memancing di laut yang memang ikannya banyak. Memancing di sungai harus rela duduk berlama-lama hanya untuk mendapatkan satu ikan, sebab ikan di sungai memang sedikit sekali jumlahnya dan ukurannya kecil-kecil.

Teknik Drifting


Drifting atau berhanyut pada dasarnya adalah “slow trolling”. Maksud dan artinya ialah menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional.
Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut. Drifting membuat kita dapat mancing di area yang lebih luas daripada dengan kapal berjangkar.
Kapal akan berhanyut disebabkan oleh arus dan angin. Kalau arus dan angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan kalau berlawanan arah kapal mungkin tidak akan bergerak. Karena itu biasanya sambil berhanyut mesin tetap hidup dan si kapten mengatur kecepatan serta arah bergeraknya kapal.
Drifting biasanya dikombinasikan dengan chumming berupa bongkahan daging ikan/kerang/udang. Chumming yaitu memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banyak pada satu waktu, dan juga jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan adalah, kalau umpan yang baru temen-temen lempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah hilang diamkan sebentar baru kemudian lempar lagi dalam jumlah yang sama. Ingat jangan telalu banyak, kita hanya menarik perhatian ikan, bukan memberi makan.
Lalu apa alasannya perlu dilakukan teknik drifting atau berhanyut ini?
Ada beberapa alasan, antara lain:
  • Lokasi yang ingin di cover/ dijangkau luas dan waktu mancing terbatas
  • Laut terlalu dalamdan tidak praktis menggunakan jangkar
  • Target ikan di tengah air, sedikit di atas dasar laut, atau ikan dasar yang bisa diundang ke atas, dan dasar laut adalah wreck (kapal karam/ tenggelam), bukit/lembah bawah laut, bongkahan karang, drop-off, tandes luas, dan lain-lain.

Mancing Black Bass


Ikan black bass terkenal sebagai predator sungai yang mempunyai gigi tajam. Para pemancing saltwater pun banyak yang tergoda untuk memancing ikan yang konon sebagai yang terkuat di keluarga barra ini. Black Bass termasuk spesies langka ikan air tawar karena sangat sulit untuk berkembang biak. Jenis ikan ini diincar untuk merasakan sensasi strike luar biasa. Maklum saja, ikan ini tergolong susah untuk mendapatkannya baik dari segi tempat maupun cara memancingnya.
Masyarakat Indonesia sering menyebut ikan ini dengan sebutan Bale Raja (Bahasa Bugis) dan ada juga yang menyebutnya Tembiring. Black Bass termasuk jenis ikan yang diincar untuk merasakan sensasi strike karena ikan ini tergolong susah untuk mendapatkannya baik dari segi tempat dan metode pemancingannya itu sendiri. Black Bass  bisa dikatakan Manggrove Jack karena lingkungan habitatnya di daerah mangrove atau air berpayau. Blackbass hanya dapat tumbuh seberat satu kilogram selama satu tahun, sehingga ikan ini layak dilindungi dan dilestarikan agar tidak punah.
Karena ikan ini sangat lambat pertumbuhan dan pengembang biakannya, dan banyaknya pemburuan sehingga ikan ini mulai sulit ditemukan dan dikhawatirkan bisa menjadi langka. Ikan jenis Black Bass ini pernah dibudidayakan namun gagal dan semua bibit ikan ini mati. Untuk itu bagi para pemancing yang tertarik untuk strike dengan ikan ini, diharapkan melepaskannya kembali ke habitatnya, untuk menjaga kelestarian ikan ini. Ikan Black Bass merupakan ikan predator yang mudah sembuh dari stress, jadi tidak masalah jika setelah dirilis, anda tetap bisa mendapatkannya kembali tersangkut di kail pancing anda.
Sehingga yang dikhawatirkan ikan ini akan langka sekali karena banyak pembataian sehinnga silahkan untuk merasakan sensasi strike ikan ini sebanyak-banyaknya namun diharapkan untuk bias melepaskannya kembali ke habitatnya. Dan tidak perlu khawatir karena typikal ikan Black bass termasuk ikan predator yang mudah untuk sembuh dari stress jadi mungkin apa yang pernah dilepaskan akan bias didapatkan lagi.
Black bass memiliki bentuk yang hampir sama dengan mangrove jack atau kakap merah ataupun kakap batu yang membedakan hanya dari segi corak warna. Black bass memilki corak warna yang dominan hitam dengan memiliki garis-garis putih. Ikan black bass ini kadang sulit untuk hidup di cuaca ekstrim sehingga walaupun suatu kawasan memiliki tumbuhan mangrove yang banyak ikan ini belum tentu ada karena black bass sangat sulit beradaptasi dengan lingkungan yang cepat berubah baik dari cuaca dan perubahan air.
Dari segi cuaca ikan black bass akan sulit ditemukan di mana tingkat curah hujan di tempat tersebut tinggi dan dari segi perubahan air black bass sangat sensitive dari segi perubahan warna air dan pasang surut air karena Black Bass adalah jenis ikan yang menunggu mangsa bukan pencari mangsa seperti ikan yang lain sifatnya dalam mencari makan mirip ikan kerapu dan juga dapat dikatakan bahwa black bass bukan jenis school fish atau ikan berkelompok.
Beberapa tips yang bisa diterapkan saat memancing ikan Black Bass, antara lain:
1. Ada tiga teknik yang biasa digunakan dalam memancing ikan Black Bass, dan untuk itu pemancing harus merencanakan teknik apa yang akan ia gunakan serta mempersiapkan segala keperluannya. Tiga teknik tersebut yaitu Merawai, Ngoncer, dan yang paling efektif adalah Slow trolling. Istilah Merawai mungkin hanya dikenal di wilayah Sulawesi Selatan atau Kalimantan Timur di mana metode ini hanya pancingan dibiarkan sehari semalam sehingga jumlah pancingan bisa lebih dari 20 buah, namun teknik ini dilarang karena dapat merusak ekosistem dan dapat menyebabkan ikan yang terpancing mati.
2. Bagaimana untuk memancing Ikan Black Bass? Di mana dan kapan untuk mencari black bass mungkin ini terbilang sulit karena ikan ini sudah mulai jarang ditemukan. Dalam suatu kawasan mangrove atau air berpayau belum tentu anda bisa menemukan ikan ini. Ada beberapa hal yang  perlu diperhatikan, yaitu :
  • Yang terpenting bahwa kawasan baik induk sungai ataupun anak sungai tersebut masih jarang atau perawan untuk dilakukan Slow Trolling.
  • Curah hujan di kawasan tersebut relatif normal.
  • Warna air sungai relatif normal dalam segi kejernihan karena Black Bass tidak menyukai air yang masih memilki dominan dengan kejernihan air laut dan tidak juga menyukai air yang keruh seperi air sungai yang tawar. Jadi kawasan sungai tersebut normal air payau dari hasil percampuran air laut dan sungai sehingga hasilnya berwarna coklat namun jernih.
  • Kondisi cuaca juga mendukung dan hendaknya rencankan hari yang tepat di mana 2-3 hari sebelum pelaksanaan, tidak hujan di kawasan tersebut.
  • Pasang dan surut air adalah faktor pendukung sehinnga hendaknya pada hari pelaksanaan tidak pada kondisi pasang besar dan juga pada saat surut bukan pada mata konda atau ada istilah lain air pada saat gila-gila karena faktor ini akann mempengaruhipergerakan ikan dan juga corak warna air.
  • Tata cara metode Slow Trolling mungkin tidak perlu dijelaskan secara mendalam karena pada umunnya sudah mengetahui hanya saja yang perlu diperhatikan dalm memilih Lures yang tepat.(berbagai sumber)

Teknik Mancing Galatama


Dalam mancing galatama biasanya pemancing tidak sendiri, ada satu atau dua orang kenek mancing yang biasa disebut dengan “Kedi”. Kerjasama antara pemancing dengan kedi merupakan salah satu faktor pendukung sukses atau tidaknya mancing. Akan tetapi ada baiknya apabila pemancing juga menguasai pengetahuan tentang mancing galatama, sehingga pada saat lomba pemancing dapat mengatur atau mengawasi kedi dengan baik.
Meramu Umpan
Ini merupakan bagian terpenting dalam memancing, menyiapkan umpan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kolam pada saat lomba. Bahkan tidak jarang ditemukan dalam lomba mancing galatama pemancing menyiapkan lebih dari satu umpan untuk mengantisipasi jika salah satu umpan tidak dimakan ikan.
Sebaiknya sebelum meramu umpan, tanyakan dulu kedi atau kenek mengenai umpan yang baik di kolam saat itu, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya dalam pembuatan umpan. Secara umum ada dua jenis umpan yang digunakan pada saat lomba yaitu, umpan utama dan umpan tabur atau biasa disebut dengan “Bom”. Dalam hal meramu umpan sebagian besar dilakukan oleh kenek mancing , namun untuk resepnya pemancing sendirilah yang menentukan bahan dan takarannya. Untuk umpan tabur (bom) sediakan pelet yang agak kasar, dapat dibeli di arena pemancingan, cukup diberi sedikit air aduk dengan tangan sampai merata hingga umpan sudah dapat dikepal-kepal tetapi masih dapat hancur di air.
Melontar Umpan
Kesulitan melontar umpan adalah meletakkannya pada suatu titik tertentu yang diyakini banyak terdapat ikan (hotspot). Titik potensial dapat dengan mudah dikenali karena terletak di tengah empang dimana air sirkulasi mengalir. Sesungguhnya semua bagian air di muka lapak dapat menjadi tempat yang baik karena banyak ikan yang ditebar.
Cara melontar umpan tentu sudah dikuasai , mula-mula arahkan pandangan ke tempat yang menjadi hotspot lalu ayunkan umpan ke depan hingga joran mengarah ke tempat itu. Gerakan joran ke arah belakang dan dengan cepat lontar umpan ke tujuan. Banyak latihan akan memperbaiki arah lontaran anda. Sebelum melontarkan umpan sebenarnya sebaiknya lontarkan dulu umpan taburnya (bom), hal tersebut bertujuan untuk mengundang ikan agar berkumpul.
Deteksi Sambaran
Rangkaian pancing yang digunakan dalam mancing galatama biasanya adalah rangkaian langsung atau glosor oleh sebab itu deteksi sambaran ikan dapat dilihat dan dirasakan pada kenur. Setelah melontar umpan taruhlah joran pada cagaknya (rod rest) kemudian kencangkan kenur dengan memutar engkol penggulung. Perhatikan kemana kenur itu masuk ke air, lihat titik tersebut baik-baik. Bila titik pertemuan itu tiba-tiba menjauh dan benang tampak terangkat saat itulah gentak joran jauh ke belakang.
Kondisi lainnya yang mengisyaratkan pemancing bahwa umpan sedang dimakan yaitu kenur yang kencang tadi tiba-tiba mengendur atau titik masuk kenur ke air bergerak-gerak menjauh dan mengendur. Bila lontaran umpan sekitar satu atau dua meter di depan lapak maka ikan yang makan umpan juga dapat ditandai dengan bergeraknya ujung joran secara perlahan terkadang sampai melengkung.
Untuk yang menggunakan pelampung, deteksi pelampung yaitu tampak pelampung bergerak turun naik, tenggelam atau pelampungnya tergeletak rebah di permukaan air.  rata-rata mancing galatama ikan mas di Jakarta dan Bandung melarang penggunaan pelampung kecuali pada beberapa daerah tertentu.
Menaklukkan Ikan
Setelah joran digentak dan ikannya terkena pancing, dimulailah pertarungan antara pemancing dengan ikan yang terpancing. Bila joran saat digentak tadi berada pada posisi di atas kepala atau menjauh di belakang. Maka pertahankan posisi itu dan untuk menggerakkan joran ke arah depan lakukan dengan menggulung segera engkol ril. Hal ini dimaksudkan agar kenur tetap dalam keadaan tegang.
Arahkan joran berlawanan dengan arah larinya ikan, gulung kenur dengan cepat sambil merendahkan joran lalu tarik joran ke belakang, gerakan bertumpu hanya pada siku, dan turunkan joran sambil menggulung ril dengan cepat lakukan gerakan ini berulang-ulang, teknik ini dinamakan pemompaan, setelah dekat buatlah agar ikan segera menyerah. Bila ikan yang terpancing itu cukup besar, biasanya ikan tersebut masih menyimpan tenaganya dan akan berontak untuk berusaha menjauh, kendurkan setelan drag biarkan ikan melarikan kembali kenur dari penggulungnya. Mainkan ikan secara sabar tak usah terburu-buru, posisikan joran tetap pada arah yang berlawanan bila ikan tiba-tiba merubah arah larinya.
Lakukan lagi teknik pemompaan tadi bila perlu, dan saat ikan telah mendekat lagi harap berhati-hati kemungkinan masih ada gerak ikan yang meronta. Bila Ikan telah menyerah, ditandai dengan bergulingnya tubuh ikan atau kepalanya yang mendongak di atas permukaan air, segeralah untuk menyerok ikan. Namun bila ikan menyerah pada jarak yang belum dapat diserok jangan gulung kenur karena akan menyebabkan ikan tenggelam lagi kepalanya ke air dan kembali melakukan perlawanan, untuk mendekatkan ikan yang menyerah itu lakukan dengan mundur beberapa langkah ke belakang sehingga aman untuk diserok.
Melepas Kail
Menyerok dan melepas kail sepenuhnya menjadi tugas kenek atau kedi yang menemani pemancing. Tetapi jika terpaksa untuk melepaskannya sendiri maka biarkan ikan hingga tak lagi menggelepar . Pegang ikan dengan tangan kiri posisikan ibu jari pada begian perutnya dan tekan agak keras pada bagian itu agar ikan benar-benar tak bergerak. Kemudian lepaskan mata kail, hati-hati terhadap kail yang tak menancap yang bisa membahayakan tangan bila ikan berontak menggelepar.
Sumber : Galapancing.com